Merebut Kembali Identitas Historis Lewat Program Pengembangan Karakter dan Ekonomi Ke-IAIN-an: Langkah Awal IAIN Manado Menjadi Taman Budaya dan Ilmu dalam Visi Multikultural-Transdidipliner (5)

Penulis: Sulaiman Mappiasse Apa yang membedakan civitas akademika dan alumni IAIN Manado dari mereka dari perguruan tinggi lain yang ada di Sulawesi Utara khususnya, dan di Indonesia umumnya?  Idealnya, civitas akademika dan alumni IAIN Manado memiliki posisi dan peran kepemimpinan keumatan dalam masyarakat. Faktanya, mereka telah menanggalkan atau ditinggalkan oleh…

Menerjemahkan Visi Multikultural-Transdidipliner: IAIN Manado sebagai Taman Budaya dan Ilmu Pengetahuan (4)

Penulis: Sulaiman Mappiasse Dalam esei sebelumnya,  penulis bertanya, “bagaimana IAIN Manado dapat membangun identitas dan karakter yang kuat dalam kondisi di mana perguruan tinggi Islam dihadapkan pada tantangan persaingan dalam jejaring arena internasionalisasi?”  Dalam kondisi seperti itu,  IAIN Manado harus mampu menerjemahkan visi Multikultural-Transdidipliner secara sistematis dan strategis berdasarkan pada…

Menggagas Identitas Ke-IAIN-an dalam Kerangka Visi Multikultural-transdidipliner (3)

​Penulis: Sulaiman Mappiasse Sebelumnya telah ditegaskan bahwa multikulturalitas meniscayakan penguatan identitas, baik secara logis maupun empiris.  Pertanyaannya, apakah IAIN Manado telah memiliki identitas ke-IAIN-an yang hadir secara nyata dalam kehidupan sosial? Identitas seyogyanya merepresentasikan karakter yang baik dan kuat sehingga ia menciptakan dampak psikologis signifikan dalam skema mental orang-orang yang…

Visi Multikultural-transdidipliner Mustahil Terwujud tanpa Penguatan Karakter dan Identitas Ke-IAIN-an (2)

Penulis: Sulaiman Mappiasse Ada yang beranggapan bahwa untuk mewujudkan visi multikultural-transdidipliner IAIN Manado,  kita akan berorientasi pada pengembangan pemikiran dan perilaku relativis,  permisif dan liberal. Anggapan ini tentu kurang tepat sebab secara logis dan empiris,  multikulturalitas sebagai realitas sosial meniscayakan keragaman. Sementara itu,  sikap dan pemikiran relativis justru meniscayakan reduksi…

Mengapa tidak ber-Bank Syariah?

Oleh Laily Nurhayati Fatwa MUI Nomor 1 Tahun 2004 tentang Bunga (Interest/Fa’idah) “Bermu’amalah dengan Lembaga Keuangan Konvensional: Untuk wilayah yang sudah ada kantor/jaringan Lembaga Keuangan Syari’ah dan mudah dijangkau, tidak dibolehkan melakukan transaksi yang didasarkan kepada perhitungan bunga.” Apakah kita sebagai umat muslim sudah menerapkan hal tersebut dalam kehidupan kita…

Mendisain Pilar Kuantum Perubahan

Penulis: Ardianto Tola Perubahan status Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Manado menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado kini telah berusia dua tahun sejak diresmikannya pada 19 Desember 2014. Perubahan status kelembagaan ini merupakan manifestasi dari cita-cita besar untuk melakukan lompatan kuantum perubahan. Agar obsesi dan cita-cita perubahan membuat…

Multikulturalisme dan Transdisiplinerisme: Paradigma Reformasi Pendidikan IAIN Manado (1)

Penulis: Sulaiman Mappiasse Masyarakat Sulawesi Utara, khususnya kota Manado, dikenal sebagai masyarakat multi ras, etnis, agama, dan budaya. Kondisi alami ini melahirkan keragaman ekonomi, politik, cita rasa dan pengalaman. Berangkat dari kesadaran ekologis ini, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado berusaha menemukan relevansi lokalitasnya dalam rangka menemukan makna terdalam dan…

%d bloggers like this: