Kegelisahan Seorang Dosen: Aritmetika Peran LP2M IAIN Manado

Apabila keberadaan atau kehidupan (ruh) perguruan tinggi diukur dengan kemampuannya menerjemahkan tiga ranah kerja atau fungsi yang dikenal dengan Tridharma Perguruan Tinggi, maka dua per tiga dari tanggungjawab dan wewenang pengadministrasian dan pendampingan tiga ranah tersebut ada di pundak LP2M. Artinya, dua pertiga (2/3) fungsi perguruan tinggi ditentukan oleh kehandalan,…

From “Nothing(ness) to Nothing(ness)”: Hedonisme Akademik di Era Persaingan

Banyak di antara kritikus peradaban modern, seperti Wallerstein dan David Harvey, yang mengutarakan bahwa kematangan pembangunan ala kapitalis selalu membawa dua kerusakan dalam dua dimensi, yaitu dimensi lingkungan dan dimensi budaya. Semakin besar volume dan skop proyeknya, makin dalam dan luas pula dampaknya terhadap kehidupan manusia pada dua dimensi tersebut.…

Generasi Ulurrahmah adalah Buah Impian Visi Multikultural IAIN Manado (6)

Visi Multikultural telah menjadi pilihan bagi IAIN Manado. Namun demikian, pilihan ini menghadapi berbagai tantangan dan masalah di tingkat praksis. Pertama, secara etimologi dan epistemologi konsep ini memiliki latar belakang historis sosiologis Barat, khususnya Amerika Serikat. Sehingga tidak heran, Dr. Nasruddin Yusuf, M.Ag, dalam sebuah obrolan santai dengan beberapa kawan…

Merebut Kembali Identitas Historis Lewat Program Pengembangan Karakter dan Ekonomi Ke-IAIN-an: Langkah Awal IAIN Manado Menjadi Taman Budaya dan Ilmu dalam Visi Multikultural-Transdidipliner (5)

Penulis: Sulaiman Mappiasse Apa yang membedakan civitas akademika dan alumni IAIN Manado dari mereka dari perguruan tinggi lain yang ada di Sulawesi Utara khususnya, dan di Indonesia umumnya?  Idealnya, civitas akademika dan alumni IAIN Manado memiliki posisi dan peran kepemimpinan keumatan dalam masyarakat. Faktanya, mereka telah menanggalkan atau ditinggalkan oleh…

Menerjemahkan Visi Multikultural-Transdidipliner: IAIN Manado sebagai Taman Budaya dan Ilmu Pengetahuan (4)

Penulis: Sulaiman Mappiasse Dalam esei sebelumnya,  penulis bertanya, “bagaimana IAIN Manado dapat membangun identitas dan karakter yang kuat dalam kondisi di mana perguruan tinggi Islam dihadapkan pada tantangan persaingan dalam jejaring arena internasionalisasi?”  Dalam kondisi seperti itu,  IAIN Manado harus mampu menerjemahkan visi Multikultural-Transdidipliner secara sistematis dan strategis berdasarkan pada…

Menggagas Identitas Ke-IAIN-an dalam Kerangka Visi Multikultural-transdidipliner (3)

​Penulis: Sulaiman Mappiasse Sebelumnya telah ditegaskan bahwa multikulturalitas meniscayakan penguatan identitas, baik secara logis maupun empiris.  Pertanyaannya, apakah IAIN Manado telah memiliki identitas ke-IAIN-an yang hadir secara nyata dalam kehidupan sosial? Identitas seyogyanya merepresentasikan karakter yang baik dan kuat sehingga ia menciptakan dampak psikologis signifikan dalam skema mental orang-orang yang…

Visi Multikultural-transdidipliner Mustahil Terwujud tanpa Penguatan Karakter dan Identitas Ke-IAIN-an (2)

Penulis: Sulaiman Mappiasse Ada yang beranggapan bahwa untuk mewujudkan visi multikultural-transdidipliner IAIN Manado,  kita akan berorientasi pada pengembangan pemikiran dan perilaku relativis,  permisif dan liberal. Anggapan ini tentu kurang tepat sebab secara logis dan empiris,  multikulturalitas sebagai realitas sosial meniscayakan keragaman. Sementara itu,  sikap dan pemikiran relativis justru meniscayakan reduksi…

%d bloggers like this: