IAIN Manado – Mengawali perkuliahan semester ganjil tahun akademik 2016-2017, Fakultas Syari’ah IAIN Manado melaksanakan kuliah umum (8/9/16) dengan tema “Pendidikan, Pintu Utama Sumber Daya Manusia yang Kompetitif Menuju Peradaban Bangsa Yang Unggul”. Bertempat di Aula Rektorat, kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Rektor IAIN Manado, Dr. Hj. Rukmina Gonibala, M.Si. Turut hadir dalam acara ini, Wakil Rektor I, Dr. H. Yasin, M.Si, Dekan Fakultas Syari’ah, Dr. Suprijati Sarib, M.Si, seluruh Dekan Fakultas IAIN Manado, beserta para pejabat Esalon III dan IV.

Dekan Fakultas Syari’ah, dalam sambutannya, menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi aktif sebagai peserta kuliah umum, baik pejabat, dosen maupun mahasiswa. Kuliah umum ini merupakan kuliah perdana di Fakultas Syari’ah.

Senada dengan itu, di depan 250 orang mahasiswa, Rektor menyampaikan, “Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado, sesuai dengan visinya, akan terus melakukan perubahan-perubahan ke arah yang lebih baik. Kita jangan hanya berhenti pada IAIN saja, tetapi kita punya mimpi besar untuk maju menjadi universitas.”

“Sumber daya manusia (SDM) menjadi faktor utama dalam sebuah institusi, termasuk institusi pendidikan. Pendidikan memerlukan sumberdaya manusia berkualitas untuk melaksanakan perannya dalam melayani masyarakat. Kebutuhan pendidikan tersebut meliputi kebutuhan praktis situasional maupun prediktif antisipatif bagi transformasi sosial. Dengan demikian, upaya pengembangan SDM yang berkualitas di bidang pendidikan sangat penting”, lanjutnya.

Tampil sebagai pembicara dalam acara ini, Direktur Pendanaan Kegiatan Pendidikan Kementerian Keuangan, Dr. Abdul Kahar, M.Pd. Dalam orasinya, beliau menyampaikan bahwa menurut laporan ADB dan ILO 2015, proyeksi peningkatan jumlah lapangan kerja yang membutuhkan tenaga ahli antara tahun 2010-2015 adalah sebesar 55,7 persen. Sementara itu, peningkatan SDM terdidik hanya 3,2 persen.”

Di akhir orasinya, beliau berargumen, “Mengapa beasiswa untuk pendidikan penting? Karena realitas sosial ekonomi mengharuskan adanya keberpihakan kebijakan untuk semua orang. Setiap anak bangsa memiliki hak untuk mengoptimalkan potensi dan mendapatkan kesempatan, terlepas dari perbedaan status sosial dan ekonomi mereka. (thr)

%d bloggers like this: