IAIN MANADO –  Anggota Komisi III DPR RI, H. Muchammad Romahurmuziy, (Romy)  bersama Rektor IAIN Manado Dr. Hj. Rukmina Gonibala, M.Si mengisi kuliah tamu di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado dengan tema Pergulatan Politik Islam di Indonesia, bertempat di Aula Rektorat pada (19/10/16).

Rektor dalam sambutannya menyampaikan ungkapan terima kasih kepada narasumber karena berkenan bersilaturrahim di IAIN Manado. Meskipun banyak kesibukan tetapi tetap menyempatkan diri untuk membagi pemahaman dengan civitas akademika IAIN Manado.

Hadir pada kuliah tamu,  Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara, H. Suleman, M.Pd  bersama Kepala Biro AUAK IAIN Manado H. Kudrat Dukalang, M.Pd beserta seluruh pejabat di lingkungan IAIN Manado.

Di depan civitas akademika dan ratusan mahasiswa, Romy  menjelaskan kondisi pergulatan politik di Indonesia. Menurutnya, terdapat dua kekuatan besar yang selalu berusaha keras untuk menerapkan ideologi politiknya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dua kekuatan tersebut adalah “Islamis dan nasionalis sekuler”.

Mulai pra-kemerdekaan sampai dengan era reformasi, dua kekuatan tersebut masih mempunyai idealisme untuk menegakkan ideologinya masing–masing dalam konteks kenegaraan di Indonesia. Perdebatan para aktivis di era Orla dan Orba masih bergulat antara pemikiran politik Islam dan nasionalis.

Memasuki era Reformasi, perdebatan tekstual mulai berpikir dewasa sehingga pergulatan kedua kekuatan politik di negara ini harus disikapi oleh para aktivis secara bijaksana dalam rangka mengembalikan esensi dari tujuan bangsa Indonesia yang termaktub dalam pembukaan UUD 1945 dan Pancasila.

Di akhir kegiatan kuliah tamu,  Rektor IAIN Manado berpesan kepada mahasiswa bahwa apa yang disampaikan oleh narasumber senantiasa menjadi sebuah kajian untuk terus belajar dan memahami pertalian keislaman (al-ukhuwah al-islamiyah), pertalian kebangsaan ( alukhuwah al- wathaniyah ), dan pertalian kemanusian (al-ukhuwah al-basyariyyah). “Besar peluang untuk unggul, untuk maju dan berkembang menjadi mercusuar dalam dunia Islam di Indonesia. Untuk itu, mahasiswa harus mimiliki  dan menguasai tiga bekal, yaitu kesungguhan, ketekunan, dan kreatifitas” pungkasnya.

Di akhir acara narasumber menyumbangkan beberapa buku kepada IAIN Manado, diterima oleh Wakil Rektor I IAIN Manado, Dr. Yasin, M.Si.  (thr)

%d bloggers like this: