IAIN MANADO – Sebanyak 16 perguruan tinggi Indonesia dan Malaysia dalam kegiatan International Postgraduate Research Conference (IPRC) mendeklarasikan Southeast Asia Academic Mobility (SEAAM) sebagai wadah dalam melakukan penelitian bersama.

“Kegiatan ini merupakan inisiatif bersama antar beberapa perguran tinggi yang melakukan lawatan ilmiah ke beberapa perguruan tinggi di Negeri Jiran Malaysia untuk melahirkan suasana akademik internasional di Indonesia dalam bentuk penelitian bersama dan dipublikasikan untuk menjadi pedoman,” ujar Direktur PPs IAIN Manado, Dr. Rivai Bolotio yang dikonfirmasi, Sabtu (12/11/2016).

Direktur mengatakan, sebagai bentuk komitemen tersebut, PPs IAIN Manado dengan penuh keyakinan mengambil tempat sebagai tuan rumah pertama dalam menggelar kegiatan berskala internasional, yakni International Postgraduate Research Conference (IPRC) 2016 dengan 16 perguruan tinggi baik dari dalam maupun luar negeri hadir di gedung Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado.

Adapun 16 PT itu antara lain IAIN Manado, IAIN Gorontalo, IAIN Palangkaraya, Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya dan Universitas Sam Ratulangi. Kemudian STAIN Sorong, Universitas Kanjuruhan Malang, Universiti Sultan Zainal Abidin, Universiti Utara Malaysia, Universitas Muhammadiyah Makassar dan STISIP Amal Ilmiah YAPIS.

Rektor IAIN Manado dalam sambutan acara pentupan IPRC menjelaskan bahwa inisiatif ini menjadi awal untuk melakukan kolaborasi antarbangsa dan turut membawa IAIN Manado menjadi Kampus Dunia sebagaimana keberadaan perguruan tinggi yang telah maju di pulau Jawa dan Sumatera. Untuk itu, kegitan IPRC ini seyogyanya menjadi dinamisator bagi kemajuan masyarakat yang memerlukan penelitian, dan studi-studi keagamaannya tidak hanya sampai pada publikasi saja. (13/11/2016)

Sementara itu Dr. Ahmad Rajafi sebagai ketua panitia pelaksana kegiatan IPRC menyatakan, “IPRC merupakan ikhtiar pascasarjana IAIN Manado untuk memberikan ajang bagi mahasiswa pascasarjana dalam mempresentasikan hasil penelitian yang mereka lakukan, dan dalam kegiatan IPRC tahun 2017 yang akan datang di University Sultan Zainal Abidin (UNISZA) Malaysia, PPs IAIN Manado harus mampu berpartisipasi bukan sekedar sebagai pendengar tapi sebagai presenter, sekaligus memiliki kesempatan untuk berdiskusi dengan kolega mereka dari sesama mahasiswa pascasarjana di luar negeri,” terangnya.

Adapun dosen-dosen Pascasarjana IAIN Manado yang turut berpartisipasi sebagai Moderator dalam presentasi paper para pembicara kunci adalah; Delmus P Salim, Ph.D., Sulaiman Mappiasse,  Ph.D., dan Dr. Musdalifah.(arjf)

%d bloggers like this: