Penulis: Sulaiman Mappiasse

Ada yang beranggapan bahwa untuk mewujudkan visi multikultural-transdidipliner IAIN Manado,  kita akan berorientasi pada pengembangan pemikiran dan perilaku relativis,  permisif dan liberal.

Anggapan ini tentu kurang tepat sebab secara logis dan empiris,  multikulturalitas sebagai realitas sosial meniscayakan keragaman. Sementara itu,  sikap dan pemikiran relativis justru meniscayakan reduksi bahkan negasi keragaman. Peleburan identitas atau de-identifikasi diperkuat.

Proses seperti ini akan berujung pada dominasi identitas tertentu yang mengancam keragaman,  yang merupakan bahan dasar ide multikulturalisme dan realitas multikultural.

Lalu,  apakah IAIN Manado telah memiliki identitas Ke-IAIN-an yang hadir secara nyata dalam kehidupan sosial?

Kalau tidak ada,  bagaimana menciptakan identitas atau karakter tersebut? Apa bentuk identitas tersebut dan bagaimana menemukan dan merumuskannya?

Terakhir,  siapa yang memiliki wewenang dan tanggung jawab untuk merumuskan dan mengembangkannya?

Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan fundamental ini akan kita bicarakan dalam esei selanjutnya (bersambung).

Email: sulaiman.mappiasse@iain-manado.ac.id

%d bloggers like this: