Penulis: Sulaiman Mappiasse

Dalam esei sebelumnya,  penulis bertanya, “bagaimana IAIN Manado dapat membangun identitas dan karakter yang kuat dalam kondisi di mana perguruan tinggi Islam dihadapkan pada tantangan persaingan dalam jejaring arena internasionalisasi?” 

Dalam kondisi seperti itu,  IAIN Manado harus mampu menerjemahkan visi Multikultural-Transdidipliner secara sistematis dan strategis berdasarkan pada fakta historis ke-IAIN-an dan berdasarkan pada fakta kontemporer. 

Guna melakukan itu, seluruh komponen komunitas IAIN Manado mesti memiliki imaginasi yang jelas tentang visi Multikultural-Transdidipliner IAIN Manado.

Taman Budaya dan Ilmu Pengetahuan

Dalam konteks pluralitas atau keragaman budaya dan ilmu pengetahuan,  IAIN Manado laksana satu pohon impian yang berdaun rimbun dan rindang, berdiri tegak dengan batang yang besar dan akar yang kuat menancap, berada di antara pohon pohon lain dalam sebuah taman yang indah.

Ilustrasi Taman Budaya dan Ilmu Pengetahuan

Dipandang dari jauh, taman tersebut nan indah dihiasi banyak pohon. Salah satu dari pohon itu adalah IAIN Manado yang ikut memperindah taman di tengah-tengah pohon budaya dan ilmu lain. 

Namun saat kita memasuki taman tersebut,  kita mendapati semua pohon berdiri sendiri sendiri dengan sejarah,  sifat, dan karakternya masing-masing. Pohon dan akar yang kokoh dari setiap pohon merupakan gambaran atau metafora dari karakter dan identitas yang kuat. 

Adanya masing-masing pohon dalam taman yang indah itu memiliki pohon dan akar yang kuat memungkinkan terciptanya taman yang indah dan bermanfaat untuk semua.

Visi Multikultural-Transdidipliner itu adalah Proses Objektifikasi Etika dan Ilmu Pengetahuan

Visi Multikultural merupakan sisi atau sayap kanan dari sebuah proses berjalan keluar secara melingkar seperti spiral yang berorientasi pada penguatan proses obyektifikasi etika.  Sedangkan visi transdipliner adalah sisi atau sayap kiri dari proses ini yang berorientasi pada penguatan obyektifikasi pengetahuan.

Proses obyektifikasi etika dan ilmu pengetahuan ini meniscayakan keberadaan basis yang kuat dalam bentuk etika dan ilmu pengetahuan yang menjadi titik pusat wujud identitas IAIN Manado,  yaitu etika dan ilmu pengetahuan islami.

Etika dan ilmu pengetahuan islami memiliki karakter subyektif-eksklusif. Namun sifat subyektif-eksklusifitasnya bersifat kondisional strategis; tidak absolut mutlak tertutup. Subyektif-eksklusifitasnya merupakan fondasi utama bangunan karakter dan identitasnya. 

Semakin kuat dan terang karakter dan identitas tersebut,  maka semakin kuat pula potensi dan kapasitasnya untuk menjadi obyektif-inklusif menebarkan kebaikan dan kemaslahatan untuk semua makhluk.

Dalam visi Multikultural-Transdidipliner,  IAIN Manado memiliki visi kuat menjadi taman budaya dan pengetahuan di mana semua orang dari berbagai latar belakang agama,  budaya dan bangsa dapat mengakses dan merasakan kemanfaatan IAIN Manado. 

Sekarang ini,  IAIN Manado belum memiliki karakter dan identitas yang kuat. IAIN Manado masih berada pada fase di mana ia perlu memperkuat inti terdalam dari lingkaran spiral budaya dan ilmunya. 

Dari aspek etika atau budaya (visi multikultural), IAIN Manado masih berada pada fase di mana ia harus memperkuat etika budaya pada tingkat ukhuwwah islamiyyah yang bersifat subyektif-eksklusif. Sementara dari sisi ilmu pengetahuan (visi transdipliner),  ia masih berada pada fase di mana ia harus memperkuat ilmu-ilmu islamiyyah yang bersifat subyektif-eksklusif. 

Etika budaya multikultural pada skala ukhuwwah islamiyyah yang kuat,  dan ilmu pengetahuan pada skala studi islam yang mempuni akan memudahkan jalan mewujudkan IAIN Manado sebagai Taman Budaya dan Ilmu Pengetahuan pada skala yang lebih luas. 

Proses ini bergerak menjalar dari dalam bak gerak melingkar rantai spiral. 

Proses ini tentu saja tidak dapat terjadi dengan sendirinya. Seluruh komponen dan pemangku kebijakan harus saling bahu membahu mengambil langkah strategis untuk menerjemahkan impian besar menjadikan IAIN Manado sebagai Taman Budaya dan Ilmu Pengetahuan. 

Langkah awal yang harus dilakukan adalah penguatan karakter dan identitas ke-IAIN-an dalam bentuk program kerja dan kebijakan yang dapat memiliki dampak masif dan komprehensif. Program seperti itu tidak dapat lahir dari kegiatan kegiatan dadakan/insidental yang dijalankan secara segmental. 

Hanya kegiatan dan program yang terintegrasi dengan landasan kerja visioner yang dapat melahirkan dampak signifikan dalam mentransformasikan IAIN Manado.

Misalnya program penguatan karakter dan ekonomi IAIN Manado. Karakter yang kuat akan melahirkan identitas yang kuat pula. Tetapi, karakter dan identitas yang kuat dan dihormati tidak dapat dipertahankan independensinya tanpa dibarengi penguatan ekonomi ke-IAIN-an.

Seperti apa bentuk penguatan karakter dan ekonomi IAIN Manado yang dapat kita laksanakan secara sistematis dan komprehensif guna mendorong terwujudnya IAIN Manado sebagai Taman Budaya dan Ilmu Pengetahuan? 

(bersambung) 

Email penulis: sulaiman.mappiasse@iain-manado.ac.id 

%d bloggers like this: