IAIN MANADO_ Pelepasan relawan pada Kamis (11/10/2018). bertempat di halaman IAIN Manado turut hadir dalam acara tersebut sekaligus mewakili Rektor IAIN Manado, Dr. Yasin, M.Si bersama dengan Kabag Akademik dan Kemahasiswaan Fanny Zaman, S.Ag.

Seperti yang dikemukakan bapak Yasin bahwa Belum hilang duka yang kita saksikan di Lombok, ujian untuk bangsa ini kembali terjadi. Kota Palu serta sala satu yang terparah adalah Kabupaten Donggala di Sulawesi Tengah diguncang gempa dengan magnitudo 7.4 SR, Jumat (28/9). Guncangan hebat itu menyebabkan tsunami yang mencapai ketinggian kurang lebih enam meter, menimbulkan kerusakan hebat dan menyebabkan ribuan manusia tercatat sampai saat in sudah seribu lima ratusan nyawa melayang.

Merespons musibah yang menimpa Palu dan Donggala, IAIN Manado melalui NMAX Community bersigap mengirimkan bantuan sampai ke Palu. Selain menggalang kepedulian dari masyarakat, IAIN Manado melalui NMAX Community turut menerjunkan tim relawan yang diberangkatkan ke Palu dan Donggala pada Kamis (11/10/2018). Mereka adalah Abjan Rondonuwu, Mohammad Fitri Adam, Sarmin Ikoni, Abdul Razak, Dendy Maliki, Enrico Damopolii, Stenly, Fahmi Karim.

Ketua NMAX Community IAIN Manado, Moh. Fitri Adam (QQ) memaparkan, relawan-relawan tersebut akan bertugas untuk beberapa hari ke depan. “Pada fase ini, kita menyebutnya fase koordinasi evakuasi, di mana fokus yang akan kita lakukan di lokasi bencana adalah pencarian korban yang masih belum ditemukan. Tim kemudian memberikan bantuan logistic melalui koordinasi dengan posko kemanusiaan IAIN Palu,” jelas QQ.

QQ_kembali menambahkan, seluruh relawan akan bertolak dari Kampus IAIN Manado, melalui jalur darat menuju menuju palu. NMAX Community IAIN Manado bekerja sama dengan aparat, untuk kemudian bersama-sama mengawal bantuan tersebut­_(1d1n)

No announcement available or all announcement expired.