Penulis: Sulaiman Mappiasse

Pilihannya ada dua, membentuk budaya organisasi baru atau kita dibentuk oleh budaya dan lingkungan organisasi yang ada.

Pilihan ini bukan soal mana yang benar dan mana yang salah. Tetapi ini soal relevansi; mana yang relevan dengan kondisi dan situasi kita.

Budaya organisasi! Apakah IAIN Manado memiliki budaya organisasi? Apabila budaya didefinisikan sebatas kebiasaan yang dilakukan secara rutin sehingga menjadi bagian tak terpisahkan dari perasaan, pikiran dan tindakan kita, maka jawabannya “iya”.

Tetapi dalam kajian budaya organisasi dipahami bahwa budaya organisasi tidak dapat dipisahkan dari visi untuk tumbuh maju berkelanjutan secara sadar dalam lingkungan yang kompetitif.

Artinya, sebuah organisasi dikatakan berbudaya apabila warga organisasi itu memiliki kebiasaan yang bernilai tinggi di mata orang sehingga kehadiran organisasi itu diapresiasi dan disegani.

Dalam pengertian ini, IAIN Manado belum bisa dikatakan sebuah organisasi yang memiliki budaya organisasi.

Dalam berbagai aspek, kita belum mampu menunjukkan keunggulan dan keutamaan; mulai dari aspek lingkungan, tutur kata, kepribadian, hingga akademik.

Budaya Organisasi dan Kepemimpinan

Lalu siapa yang akan menciptakan budaya organisasi itu?

Dalam sebuah organisasi yang belum mencapai kematangan budaya organisasi, tentu kepemimpinanlah yang harus menciptakan budaya itu.

Kepemimpinan yang baik akan menginisiasi berbagai bentuk perubahan dan memobilisasi segala sumber daya untuk menciptakan budaya organisasi.

Dalam proses itu, seorang pemimpin harus mampu membangun kesepahaman atau bahasa organisasi yang ditafsirkan dengan tafsiran yang sama oleh semua warga organisasi.

Dalam proses ini, interaksi harus dipadatkan secara sadar dan terorganisir. Pola komunikasinya bisa beragam; diam, ribut, halus, kasar, bahkan kurang ajar.

Dalam proses itulah sebuah organisasi secara bertahap akan menemukan dirinya, menemukan budayanya, menemukan kunci atau rahasia kemampuannya untuk bertahan hidup.

Setelah menemukan budayanya, dia akan mempertahankannya sehingga warga baru yang masuk harus mengikuti budaya itu. Mempertanyakan budaya itu artinya mengancam keberlanjutan organisasi.

Saat rongrongan terhadap budaya organisasi itu semakin kuat, maka akan lahir kepemimpinan baru yang akan mengevaluasi budaya organisasi yang ada dan menciptakan budaya baru lagi. (Bersambung)

*** Pengumuman Penjaringan Bakal Calon Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado Periode 2019-2023 ***
%d bloggers like this: