Rektor IAIN Manado sebagai Narasumber: Penguatan Moderasi Beragama dan Digitalisasi SDM Kemenag

iainmanado.official: Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado, Prof. Dr. Ahmad Rajafi, M.H.I, menjadi narasumber via Zoom Meeting dalam kegiatan “Pengembangan dan Pembangunan Nilai-Nilai SDM Kementerian Agama” yang diselenggarakan oleh Balai Diklat Keagamaan (BDK) Manado. Kegiatan ini merupakan bagian dari PDWK Pelatihan Penguatan Moderasi Beragama bagi ASN Angkatan ke-VIII dan Pelatihan IKM Asesmen Pembelajaran bagi…

By.

min read

1001128173

iainmanado.official: Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado, Prof. Dr. Ahmad Rajafi, M.H.I, menjadi narasumber via Zoom Meeting dalam kegiatan “Pengembangan dan Pembangunan Nilai-Nilai SDM Kementerian Agama” yang diselenggarakan oleh Balai Diklat Keagamaan (BDK) Manado. Kegiatan ini merupakan bagian dari PDWK Pelatihan Penguatan Moderasi Beragama bagi ASN Angkatan ke-VIII dan Pelatihan IKM Asesmen Pembelajaran bagi Guru Angkatan ke-IV yang berlangsung secara blended learning. (15/03)

Dalam pemaparannya, Prof. Ahmad Rajafi mensosialisasikan Asta Protas, program Kementerian Agama Republik Indonesia yang berfokus pada delapan program prioritas, yakni:

  1. Meningkatkan Kerukunan dan Cinta Kemanusiaan
  2. Penguatan Ekoteologi
  3. Layanan Keagamaan Berdampak
  4. Mewujudkan Pendidikan Unggul, Ramah, dan Terintegrasi
  5. Pemberdayaan Pesantren
  6. Pemberdayaan Ekonomi Umat
  7. Sukses Haji
  8. Digitalisasi Tata Kelola

Rektor IAIN Manado menegaskan bahwa setiap agama memiliki perbedaan, namun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, semangat kebersamaan harus dijaga, sebagaimana konsep “Torang Samua Basudara” yang menekankan saling menghargai dan hidup berdampingan. Beliau juga menyoroti peran pendidikan nonformal dalam berbagai agama, seperti Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) dan Sekolah Minggu, yang menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter generasi muda.

Dalam konteks ekoteologi, Prof. Ahmad Rajafi menekankan bahwa kesalehan tidak hanya mencakup hubungan dengan Tuhan, tetapi juga dengan lingkungan. Beliau menyoroti kurangnya kepedulian terhadap penghijauan dan pentingnya menjaga alam sebagai bagian dari tanggung jawab manusia.

Sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), Prof. Ahmad Rajafi mengingatkan bahwa inovasi dalam pelayanan masyarakat sangat penting. ASN tidak boleh hanya menjadi abdi negara tanpa terobosan, tetapi harus memberikan dampak nyata melalui layanan yang lebih efektif dan efisien. Ia juga menekankan bahwa nasehat melalui tindakan lebih berpengaruh dibandingkan sekadar kata-kata.

Dalam hal pendidikan unggul, ramah, dan terintegrasi, ia menyampaikan bahwa IAIN Manado telah tersertifikasi ISO, membuktikan komitmen institusi dalam meningkatkan mutu pendidikan. Beliau juga mengkritisi pandangan yang kurang positif terhadap pendidikan agama di Indonesia, terutama terkait dengan perbandingan antara pendidikan swasta yang mampu mencetak SDM unggul tanpa dukungan negara, sementara lembaga di bawah pemerintah justru memiliki banyak tantangan.

Terkait pemberdayaan pesantren, Rektor menjelaskan bahwa Menteri Agama menargetkan pesantren go internasional dan memiliki daya saing global. Beliau menegaskan bahwa pesantren di Indonesia swasta dan mandiri.

Di era digital, Kementerian Agama juga terus berinovasi melalui digitalisasi tata kelola, seperti implementasi Sistem Arsip Srikandi dan digitalisasi perpustakaan. Rektor menegaskan bahwa penguasaan teknologi sangat penting agar ASN tidak tertinggal. Digitalisasi mempermudah akses dan pelacakan data dibandingkan dengan sistem konvensional, namun harus diimbangi dengan sistem keamanan yang andal.

Kegiatan ini diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif, di mana peserta dapat berdiskusi langsung dengan Rektor IAIN Manado terkait implementasi program prioritas Kementerian Agama dalam tugas dan tanggung jawab mereka sehari-hari.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan ASN baik penyuluh dan guru semakin memahami pentingnya moderasi beragama, inovasi layanan, dan pemanfaatan teknologi dalam meningkatkan kualitas SDM Kementerian Agama. (Adm/AF)

Tinggalkan Balasan