Wakil Rektor I IAIN Manado Ikuti IKRAR PTKI Seri 1, Perkuat Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta

Wakil Rektor I IAIN Manado, Prof. Dr. Edi Gunawan, M.H.I, mengikuti kegiatan IKRAR (Inovasi, Kajian dan Riset Akademik Ramadhan) PTKI Seri 1 dengan tema “Kurikulum Berbasis Cinta di PTKI: Membangun Pendidikan Islam Humanis, Transformatif dan Berdampak”. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Kamis, 20 Februari 2026.Kegiatan ini diikuti oleh sejumlah Rektor, Wakil…

By.

min read

IMG-20260220-WA0035

Wakil Rektor I IAIN Manado, Prof. Dr. Edi Gunawan, M.H.I, mengikuti kegiatan IKRAR (Inovasi, Kajian dan Riset Akademik Ramadhan) PTKI Seri 1 dengan tema “Kurikulum Berbasis Cinta di PTKI: Membangun Pendidikan Islam Humanis, Transformatif dan Berdampak”.

Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Kamis, 20 Februari 2026.
Kegiatan ini diikuti oleh sejumlah Rektor, Wakil Rektor, serta dosen dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) di seluruh Indonesia. Forum ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat inovasi akademik serta transformasi pendidikan Islam yang relevan dengan dinamika masyarakat yang plural dan multikultural.

Kegiatan IKRAR PTKI Seri 1 menghadirkan sejumlah tokoh nasional sebagai keynote speaker, yakni Direktur Jenderal Pendidikan Islam Prof. Dr. H. Amien Suyitno, M.Ag, Direktur PTKI Prof. Dr. Phil Sahiron, M.A, Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Prof. Dr. Abdul Mustaqim, M.Ag, Guru Besar UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. M. Zainuddin, M.A, serta akademisi UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung Dr. Lailatuzz Zuhriyah, M.Fil.I.

Dalam pemaparan materi, para narasumber menjelaskan berbagai konsep penting, di antaranya Kurikulum Berbasis Cinta Kasih, manusia sebagai makhluk Tuhan, Islam dan humanisme dalam pendidikan, serta Pancasila sebagai titik temu agama-agama. Materi tersebut menekankan bahwa pendidikan Islam harus berorientasi pada pembentukan manusia yang utuh, tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter yang humanis, inklusif, dan berakhlak mulia.

Dalam materi yang disampaikan, narasumber juga mengutip arahan Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA, yang menekankan pentingnya membangun kurikulum pendidikan berbasis cinta. Disebutkan bahwa salah satu indikator penghayatan ajaran agama yang benar di tengah pluralitas adalah kemampuan memaknai perbedaan secara bijak. Perbedaan diibaratkan sebagai sebuah lukisan indah yang terbentuk dari berbagai warna dan elemen yang beragam. Pluralitas merupakan lukisan Tuhan yang harus dijaga, bukan dirusak.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) merupakan gagasan transformasi pendidikan yang dikembangkan dalam ekosistem pendidikan di bawah Kementerian Agama Republik Indonesia, meliputi madrasah, pesantren, PTKI, dan satuan pendidikan keagamaan lainnya. Kurikulum ini menekankan pentingnya relasi etik manusia dengan Tuhan (Cinta Ilahi), sesama manusia, dan lingkungan sebagai fondasi pendidikan.

Konsep tersebut menegaskan bahwa transformasi pendidikan tidak cukup hanya berfokus pada transfer of knowledge, tetapi harus mampu menjadi proses transformasi karakter yang berlandaskan nilai cinta, kasih sayang, dan kemanusiaan.
Keikutsertaan Wakil Rektor I IAIN Manado dalam kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen institusi dalam mendukung penguatan kurikulum yang humanis dan transformatif. Diharapkan, hasil dari forum akademik ini dapat memperkaya perspektif serta memperkuat implementasi pendidikan Islam yang berdampak, relevan, dan berkontribusi dalam membangun peradaban yang harmonis di tengah keberagaman. (AF)

Tinggalkan Balasan