iainmanado.official-Rektor IAIN Manado, Prof. Dr. Ahmad Rajafi, M.H.I, bersama Wakil Rektor I, Prof. Dr. Edi Gunawan, M.H.I, menghadiri Sidang Kelulusan Seleksi Prestasi Akademik Nasional (SPAN-PTKIN) Tahun 2026 yang berlangsung pada Jumat–Sabtu, 3 s.d. 4 April 2026, bertempat di DoubleTree by Hilton Surabaya.
Berdasarkan data rekapitulasi, jalur Seleksi Prestasi Akademik Nasional (SPAN-PTKIN) tahun ini mencatat animo yang luar biasa, dengan total 143.948 pendaftar dari 12.174 satuan pendidikan MA/MAK/SMA/SMK/Pendidikan Diniyah Formal/Pendidikan Kesetaraan Pondok Pesantren Salafiyah/Mu’adalah Muallimin/Mua’dalah Salafiyah/ sederajat.
Kegiatan ini dihadiri oleh para Rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) serta para Wakil Rektor I dari seluruh Indonesia. Sidang ini menjadi forum strategis dalam menetapkan kelulusan calon mahasiswa baru melalui jalur prestasi akademik secara nasional.
Rangkaian acara diawali dengan laporan Ketua Panitia Nasional oleh Ketua PMB-PTKIN 2026, Prof. Dr. Abd. Aziz, M.Ag., menyatakan bahwa proses seleksi SPAN-PTKIN berjalan transparan dan akuntabel. “Masyarakat menaruh kepercayaan besar pada PTKIN karena kombinasi basis keagamaan yang kuat dan biaya pendidikan yang terjangkau,” ujarnya di Surabaya (03/04/2026).
Tahun ini, PMB-PTKIN juga memperkenalkan inovasi strategis berupa pemetaan kesehatan mental bagi calon mahasiswa. “Ini adalah wujud komitmen kami bahwa PTKIN tidak hanya mengejar capaian akademik, tetapi juga peduli pada kesejahteraan psikologis calon pemimpin masa depan,” tambah Prof. Aziz.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Pendis) Kemenag RI, Prof. Dr. Suyitno, mencatat
pencapaian unik pada tahun ini. Untuk pertama kalinya, jumlah pendaftar dari Madrasah di bawah naungan Kementerian Agama melampaui jumlah pendaftar dari sekolah umum.
“Ini menandakan bahwa ekosistem pendidikan kita semakin solid. Lulusan PTKIN saat ini juga telah dirancang agar memiliki kualifikasi yang diakui secara internasional, memudahkan mereka untuk melanjutkan studi ke berbagai perguruan tinggi ternama di luar negeri, termasuk ke Inggris,” ungkap Dirjen Pendis.
Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Kamaruddin Amin, turut memberikan apresiasi tinggi atas pencapaian PTKIN yang mulai menduduki peringkat perguruan tinggi terbaik dunia. Ia menekankan bahwa pencapaian ini adalah momentum fundamental bagi PTKIN untuk memperkuat reputasi global.
“Banyak PTKIN kita yang kini mencatatkan prestasi signifikan dalam peringkat global. Kami mendorong universitas seperti UIN Jakarta dan UIN Jogja untuk terus bertransformasi, termasuk menjadi PTN Badan Hukum (PTNBH), guna membangun reputasi yang lebih kokoh di mata internasional,” tegasnya.
Rektor IAIN Manado, Prof. Dr. Ahmad Rajafi, M.H.I, dalam keterangannya menyampaikan bahwa sidang kelulusan ini tidak hanya menjadi forum penetapan hasil seleksi, tetapi juga ruang konsolidasi nasional dalam memperkuat kualitas pendidikan tinggi keagamaan Islam.
“SPAN-PTKIN merupakan gerbang awal dalam menghadirkan generasi unggul di lingkungan PTKIN. Karena itu, proses seleksi harus dijaga secara ketat, objektif, dan berintegritas. IAIN Manado berkomitmen untuk terus menjaring calon mahasiswa terbaik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter moderat dan berdaya saing global,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Rektor I IAIN Manado, Prof. Dr. Edi Gunawan, M.H.I, menambahkan bahwa hasil sidang dan evaluasi nasional ini menjadi pijakan penting dalam penguatan kebijakan akademik di tingkat institusi.
“Forum ini memberikan perspektif yang komprehensif terkait pengelolaan penerimaan mahasiswa baru berbasis prestasi. Ke depan, IAIN Manado akan terus melakukan inovasi dalam tata kelola akademik, sehingga proses seleksi tidak hanya berkualitas, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.
Partisipasi aktif pimpinan IAIN Manado dalam kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat posisi institusi dalam mendukung sistem seleksi nasional yang kredibel serta meningkatkan mutu layanan pendidikan tinggi keagamaan Islam di Indonesia. (AF)









Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.