iainmanado.official-Dalam rangkaian kegiatan Optimalisasi Penyusunan Perjanjian Kinerja Melalui Penyelarasan RENSTRA IAIN Manado Tahun 2025–2029, digelar Bedah Buku Tafsir Teosofis Najda: Harmoni Insan, Alam, dan Kalam Ilahi karya Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, Menteri Agama Republik Indonesia. Kegiatan ini berlangsung pada 01 Februari 2026 bertempat di Ruang Harmoni 2 NDC Resort.
Kegiatan bedah buku menghadirkan Farid F. Saenong, M.A., Ph.D. sebagai narasumber dengan Sulaiman Mappiasse, Ph.D. sebagai moderator. Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pejabat di lingkungan IAIN Manado, yang terdiri dari para Wakil Rektor, Kepala Biro AUAK, para Dekan, Direktur Pascasarjana, para Wakil Dekan, para Ketua Lembaga dan UPT, Kepala Bagian ULA, para Ketua dan Sekretaris Program Studi, para Kepala Bagian, para Kepala Subbagian, serta Bendahara dari masing-masing fakultas.
Dalam pemaparannya, Farid F. Saenong menjelaskan bahwa Tafsir Teosofis Najda merupakan kontribusi monumental dalam khazanah tafsir al-Qur’an kontemporer. Karya ini tidak hanya menawarkan pendekatan baru dalam memahami wahyu ilahi, tetapi juga menghadirkan sintesis antara rasionalitas filsafat dan intuisi spiritual, dua pendekatan keilmuan yang selama ini kerap dipandang terpisah.
Salah satu aspek paling menonjol dari Tafsir Teosofis Najda adalah keberaniannya membuka dialog lintas spiritualitas. Dalam sambutannya, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa penulisan tafsir ini terinspirasi oleh pemikiran tokoh-tokoh besar Islam seperti Ibnu ‘Arabi, Imam al-Ghazali, Ibn ‘Aṭâ’illah, dan al-Qushayrî (Nasaruddin Umar Official, 2025). Namun demikian, tafsir ini tidak bersifat eksklusif karena juga menyerap nilai-nilai hikmah dari berbagai tradisi spiritual dunia, seperti Hindu, Taoisme, Kabala Yahudi, serta teologi Katolik dan Protestan.
Pendekatan lintas tradisi tersebut mencerminkan semangat inklusivitas dan pencarian makna universal, yang sejalan dengan penguatan nilai-nilai moderasi beragama dan pengembangan wawasan keilmuan di lingkungan perguruan tinggi keagamaan Islam. Diskusi ini sekaligus memperkaya perspektif peserta Optimalisasi dalam memaknai perencanaan kinerja dan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi secara holistik.
Kegiatan bedah buku berlangsung dinamis dan ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif, di mana para peserta aktif menyampaikan pandangan, refleksi, serta pertanyaan kritis terkait relevansi Tafsir Teosofis Najda dalam kehidupan akademik, sosial, dan spiritual kontemporer. (AF)





Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.