iainmanado.official- Ma’had IAIN Manado menyelenggarakan kegiatan Penataran dan Pembekalan Muballigh Mahasantri pada Jumat, 7 Februari 2026, bertempat di Aula IAIN Manado. Kegiatan ini diikuti oleh para mahasantri Ma’had IAIN Manado sebagai bagian dari penguatan kapasitas dakwah dan keterampilan komunikasi keagamaan.
Mudir Ma’had IAIN Manado, Dr. Ikmal, M.Pd.I, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan inisiatif Ma’had untuk membekali mahasantri dengan keterampilan public speaking sebagai bekal dalam berdakwah. Menurutnya, kemampuan berbicara di depan publik menjadi modal penting bagi mahasantri agar mampu menyampaikan pesan keislaman secara efektif, komunikatif, dan beretika.
“Kegiatan ini menjadi bekal awal bagi para mahasantri, khususnya dalam mengasah kemampuan pidato, ceramah, dan kultum sebagai muballigh,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Rektor I IAIN Manado selaku Plh. Rektor, Prof. Dr. Edi Gunawan, M.H.I, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya penataran tersebut. Ia menilai kegiatan ini sangat relevan, terlebih menjelang bulan suci Ramadhan yang identik dengan meningkatnya aktivitas dakwah di tengah masyarakat.
Prof. Edi menekankan pentingnya penguasaan keterampilan public speaking seperti pidato, ceramah, dan kultum. Ia juga menyarankan agar setelah mengikuti penataran, peserta dapat diberikan sertifikat sebagai bentuk pengakuan atas kompetensi yang diperoleh.
“Public speaking memang penting, tetapi muballigh juga harus berilmu. Jangan sampai penyampaiannya bagus namun keliru secara substansi. Karena itu, keseimbangan antara kemampuan berbicara dan penguasaan materi keislaman harus terus dijaga,” tegasnya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua Moderasi Beragama IAIN Manado, serta para pengajar dan pemateri penataran muballigh yang akan membimbing dan memberikan pembekalan kepada para peserta selama kegiatan berlangsung.
Melalui penataran dan pembekalan ini, Ma’had IAIN Manado berharap para mahasantri mampu menjadi muballigh yang komunikatif, berwawasan keilmuan, serta mengedepankan nilai-nilai moderasi beragama dalam setiap aktivitas dakwah, khususnya pada bulan suci Ramadhan. (AF)




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.