iainmanado.official-Forum Mahasiswa Lintas Agama IAIN Manado menggelar kegiatan Pekan Pertukaran Mahasiswa Lintas Agama yang resmi dibuka di Aula IAIN Manado pada Selasa (28/4/2026). Kegiatan ini dirangkaikan dengan kuliah umum bertema “Rekonstruksi Pemahaman Antar Agama melalui Pertukaran Mahasiswa Lintas Agama”.
Program pertukaran mahasiswa lintas agama ini dijadwalkan berlangsung selama sepekan, mulai 27 April hingga 4 Mei 2026. Kegiatan ini melibatkan lima perguruan tinggi dengan latar belakang keagamaan berbeda, yaitu IAIN Manado, IAKN Manado, UKIT, STF-SP, dan STIPAS, sebagai bentuk kolaborasi nyata dalam memperkuat moderasi beragama di kalangan generasi muda.
Acara pembukaan dihadiri oleh Plh. Rektor IAIN Manado, para pimpinan fakultas di lingkungan kampus, di antaranya Dekan Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD), Wakil Dekan I FEBI, Wakil Dekan II Fakultas Syariah (Fasya), serta Wakil Dekan III Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK). Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor III IAIN Manado, Dr. Mastang Ambo Baba, M.Ag.
Dalam sambutannya, Dr. Mastang Ambo Baba menyampaikan bahwa saat ini sebanyak 10 mahasiswa dari lintas agama IAKN, UKIT dan STF-SP telah mulai mengikuti program pertukaran dan tinggal di Ma’had IAIN Manado. Ia berharap para peserta dapat merasa nyaman serta menjadikan pengalaman ini sebagai pembelajaran berharga.
“Mahasiswa akan melihat secara langsung bagaimana kehidupan sosial di IAIN Manado dan di Kota Manado yang dikenal hidup rukun dan damai meskipun memiliki latar belakang agama yang berbeda. Ini menjadi ruang belajar yang nyata tentang toleransi,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu mendorong mahasiswa untuk berpikir kritis, terbuka, dan adaptif dalam memahami perbedaan. Menurutnya, pertukaran mahasiswa lintas agama merupakan bentuk nyata praktik nilai-nilai toleransi, multikulturalisme, dan penguatan moderasi beragama di lingkungan kampus.
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini sebagai wujud konkret dari semangat kebersamaan dalam keberagaman. Ini bukan hanya tentang pertukaran mahasiswa, tetapi juga pertukaran nilai, perspektif, dan pengalaman hidup,” tambahnya.
Kuliah umum yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan ini menghadirkan narasumber Pdt. Judi Tunari, M.Teol selaku Ketua BKSAUA Kota Manado, serta Abdul Muis Daeng Pawero, M.Pd yang merupakan alumni Program Pertukaran Mahasiswa Lintas Agama IAIN Manado. Keduanya membahas pentingnya rekonstruksi pemahaman antar agama melalui dialog, pengalaman langsung, dan interaksi lintas iman.
Peserta kegiatan terdiri dari mahasiswa dari lima kampus yang terlibat, yang akan mengikuti berbagai agenda akademik dan sosial selama masa pertukaran. Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun pemahaman yang lebih inklusif serta memperkuat harmoni antar umat beragama di Indonesia, khususnya di Sulawesi Utara yang dikenal sebagai daerah dengan tingkat toleransi yang tinggi. (AF)









Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.