IAIN Manado Hadiri Peringatan Nuzulul Quran 1447 H, Al-Qur’an Ditekankan sebagai Landasan Membangun Marwah Hukum

iainmanado.official — Wakil Rektor II, Prof. Dr. Salma, M.HI mewakili Rektor IAIN Manado dalam kegiatan peringatan Nuzulul Quran 1447 H yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara bersama Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara dan Panitia Hari Besar Islam Sulawesi Utara pada Jumat, 6 Maret 2026 di Masjid Jami Nurul Huda. Kegiatan yang mengangkat tema “Al-Qur’an Membumikan Nilai-Nilai…

By.

min read

IMG_2322

iainmanado.official — Wakil Rektor II, Prof. Dr. Salma, M.HI mewakili Rektor IAIN Manado dalam kegiatan peringatan Nuzulul Quran 1447 H yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara bersama Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara dan Panitia Hari Besar Islam Sulawesi Utara pada Jumat, 6 Maret 2026 di Masjid Jami Nurul Huda.

Kegiatan yang mengangkat tema Al-Qur’an Membumikan Nilai-Nilai Keadilan dalam Membangun Marwah Hukum ini dihadiri oleh unsur pemerintah daerah, aparat penegak hukum TNI-Polri, tokoh agama, akademisi, serta masyarakat Kota Manado.

Acara diawali dengan sambutan Ketua PHBI Sulawesi Utara, Syahrul Poli. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa peringatan Nuzulul Quran merupakan momentum penting untuk kembali menguatkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat, terutama dalam menjaga keadilan dan moralitas.

Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara, Jacob Hendrik Pattipeilohy, S.H, M.H. Ia menekankan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber nilai dalam menegakkan hukum yang berkeadilan.

“Nilai-nilai Al-Qur’an mengajarkan keadilan, kejujuran, dan integritas. Prinsip-prinsip ini sangat relevan dalam membangun marwah hukum dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga penegak hukum,” ujarnya.

Hikmah Nuzulul Quran disampaikan oleh Prof. Dr. Rivai Bolutio, M.Pd. Dalam ceramahnya ia menekankan pentingnya membumikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sosial.

Menurutnya, momentum Nuzulul Quran harus menjadi refleksi bersama bagi umat manusia.

“Jika zaman ini mengalami krisis moral, maka itu menjadi tanda bahwa kita semakin jauh dari Sang Pencipta. Karena itu, jangan jadikan Al-Qur’an hanya sebagai bacaan atau sekadar pajangan,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan bahwa Al-Qur’an tidak hanya diturunkan untuk umat Islam semata, tetapi sebagai petunjuk bagi seluruh umat manusia.

“Rasulullah mengingatkan bahwa Al-Qur’an hadir sebagai rahmat dan pedoman hidup bagi seluruh manusia. Nilai keadilan yang diajarkannya harus hadir dalam kehidupan sosial, termasuk dalam penegakan hukum,” jelasnya.

Sementara itu, sambutan penutup disampaikan oleh Tahlis Gallang yang mewakili Gubernur Sulawesi Utara. Ia mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai ruang silaturahmi sekaligus penguatan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan bermasyarakat.

Ia berharap momentum Nuzulul Quran dapat menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai landasan dalam membangun kehidupan yang adil, berintegritas, dan bermartabat.

Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh ketua Majelis Ulama Indonesia Sulawesi Utara Prof. Dr. Nasruddin Yusuf, M.Ag, dan diharapkan mampu memperkuat semangat kebersamaan serta komitmen untuk mengimplementasikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.(FP)

Tinggalkan Balasan