iainmanado.official-Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado menghadiri Pelantikan Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Formasi Tahun 2024 secara serentak di lingkungan Kementerian Agama Republik Indonesia yang dilaksanakan melalui Zoom Meeting pada Kamis, 21 Mei 2026. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh satuan kerja Kementerian Agama di Indonesia sebagai momentum pengukuhan aparatur sipil negara yang siap mengemban amanah pelayanan publik.
Di lingkungan IAIN Manado, pelaksanaan pelantikan dihadiri oleh Plh. Rektor IAIN Manado, para Wakil Rektor, para Dekan, Kepala TIPD, Wakil Dekan III FTIK, Wakil Dekan III FEBI, Kaprodi PAI Pascasarjana, para keluarga PNS yang dilantik, serta jajaran pimpinan lainnya yang turut memberikan dukungan dan semangat kepada para pegawai yang resmi diangkat. Pada kesempatan tersebut, sebanyak 18 Pegawai Negeri Sipil (PNS) Formasi Tahun 2024 di lingkungan IAIN Manado resmi dilantik, menandai awal pengabdian sebagai aparatur negara yang diharapkan mampu menjalankan tugas secara profesional, berintegritas, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Dalam laporannya, Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, M.A menyampaikan bahwa proses seleksi PNS dilakukan secara transparan, adil, dan bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Menurutnya, proses seleksi dilaksanakan tanpa membedakan ras, budaya, golongan, maupun daerah asal peserta.
“Seleksi ini mendorong pemerataan sumber daya manusia yang bertalenta serta menyaring para duta terbaik yang diharapkan mampu menghadirkan pelayanan publik yang optimal bagi masyarakat Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu Kepala BKN, Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, S.H., M.H menekankan pentingnya profesionalisme ASN dalam menjalankan tugas. Ia menjelaskan bahwa terdapat dua jenis jabatan PNS, yakni Jabatan Fungsional dan Jabatan Struktural.
Ia juga mengingatkan agar para ASN menjaga nama baik institusi dan mengedepankan prinsip 4K, yakni Kecepatan, Kemudahan, Kebijakan, dan Kebahagiaan.
“Bekerjalah secara cepat dan responsif, berikan layanan yang memudahkan, hadirkan kebijakan yang baik untuk umat, serta pikirkan kebahagiaan masyarakat dan sesama ASN. Performance dan proyeksi juga perlu ditanamkan dalam diri. Datang tepat waktu itu standar, sedangkan yang melampaui standar adalah hadir sebelum waktu kerja dimulai,” jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, M.A menyampaikan pesan mendalam terkait nilai spiritual dan etika kerja bagi para PNS yang baru dilantik. Menurutnya, perjalanan panjang pendidikan yang telah ditempuh harus diimplementasikan melalui pengabdian nyata di lingkungan kerja masing-masing.
Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan yang diraih tidak terlepas dari doa orang tua, keluarga, pasangan, dan orang-orang terdekat.
Dalam arahannya, Menteri Agama menjelaskan makna keikhlasan melalui konsep Mukhlis dan Mukhlas. Mukhlis diartikan sebagai seseorang yang banyak melakukan kebaikan demi meraih ridha Allah, sedangkan Mukhlas merupakan pribadi yang merasa tidak nyaman ketika kebaikannya diketahui orang lain dan merasa sedih menerima pujian karena pujian sejatinya hanya milik Allah.
Selain itu, beliau juga menguraikan makna kesabaran melalui konsep As Shobir, Al Mushobbir, dan As Shobur, serta menekankan nilai Ihsan, Qanaah, dan Amanah sebagai karakter penting seorang ASN.
Usai pelaksanaan pelantikan, Prof. Dr. Salma, M.H.I menyampaikan pesan kepada para PNS yang baru dilantik agar menjalankan amanah dengan penuh rasa syukur dan tanggung jawab.
“Banyak pelajaran yang dapat diambil dari arahan pimpinan Kementerian Agama RI hari ini. Pertama, jangan lupa bersyukur, bekerja dengan baik sesuai amanah, serta mengabdikan diri dengan penuh tanggung jawab. Jika ada hal atau permasalahan yang ingin dibicarakan, komunikasikan dengan baik, bukan melalui media sosial yang justru dapat menimbulkan kesalahpahaman,” ujarnya.
Ia juga menegaskan beberapa nilai penting yang perlu dipegang teguh oleh ASN, yakni ikhlas, amanah, berakhlak, profesional, tawadhu’, istiqamah, qanaah, dan ihsan.
“Ihsan mengajarkan kita untuk tetap berbuat baik meskipun tidak ada yang melihat, karena Allah mengetahui setiap amal yang dilakukan. Mari bersama-sama menjalankan amanah ini dengan baik, penuh tanggung jawab, dan dedikasi,” tutupnya. (AF)










Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.