iainmanado.official– Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado menyatakan dukungannya terhadap pesan Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., terkait pentingnya menjunjung tinggi akhlakul karimah dalam menyampaikan aspirasi, kritik, maupun gagasan di ruang publik.
Menteri Agama melalui Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Kamaruddin Amin, menegaskan bahwa pernyataan Menag mengenai kisah Nabi Musa dan Fir’aun tidak dimaksudkan untuk menyamakan siapa pun dengan Fir’aun. Menurutnya, pesan yang ingin disampaikan Menag adalah pentingnya menjaga kesantunan dalam berkomunikasi, sebagaimana Nabi Musa dan Nabi Harun diperintahkan Allah SWT untuk menyampaikan nasihat kepada Fir’aun dengan tutur kata yang lembut (qaulan layyinan).
“Pernyataan tersebut bukan berarti Menag menyamakan pemerintah dengan Fir’aun. Menag justru menegaskan bahwa kepada sosok seperti Fir’aun sekalipun harus digunakan bahasa yang santun. Apalagi jika pihak yang diberikan nasihat atau aspirasi itu bukan Fir’aun,” ujar Kamaruddin Amin di Jakarta, Kamis (18/6/2026).
Menanggapi hal tersebut, Rektor IAIN Manado, Prof. Dr. Ahmad Rajafi, M.H.I., menilai bahwa pesan yang disampaikan Menteri Agama sejalan dengan nilai-nilai Islam yang mengedepankan hikmah, kebijaksanaan, dan akhlak mulia dalam setiap bentuk komunikasi.
Menurut Rektor, penyampaian aspirasi dan kritik merupakan bagian penting dari kehidupan demokrasi yang harus dihormati. Namun demikian, cara penyampaiannya juga perlu mencerminkan etika, kesantunan, serta semangat membangun demi terciptanya dialog yang konstruktif.
“Islam mengajarkan umatnya untuk menyampaikan kebenaran dengan hikmah dan nasihat yang baik. Oleh karena itu, perbedaan pandangan hendaknya disampaikan dengan cara yang santun, beradab, dan menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan serta persatuan bangsa,” ujarnya.
Lebih lanjut, Prof. Ahmad Rajafi mengajak seluruh sivitas akademika IAIN Manado untuk terus mengedepankan budaya dialog yang sehat, saling menghormati, dan menghindari penyebaran narasi yang dapat menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Pesan Menteri Agama tersebut disampaikan dalam konteks pentingnya menjaga akhlakul karimah saat menyampaikan aspirasi, termasuk dalam aksi-aksi penyampaian pendapat di muka umum. Menurut Menag, tujuan yang baik hendaknya ditempuh dengan cara yang baik agar menghasilkan solusi yang konstruktif dan membawa kemaslahatan bagi semua pihak.
IAIN Manado memandang bahwa semangat menjaga etika, kesantunan, dan persatuan bangsa merupakan nilai yang harus terus dirawat, terutama di lingkungan pendidikan tinggi yang menjadi ruang lahirnya gagasan-gagasan kritis sekaligus solusi bagi kemajuan masyarakat dan bangsa.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.